Kamis, 09 November 2017

PEMKAB ROHIL PRIORITASKAN PEMBANGUNAN SARANA DAN PRA SARANA KESEHATAN



Bagansiapiapi ( Gema Rohil )
          Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Pemkab Rohil) akan terus fokus dalam upaya  membenahi pelayanan kepada masyarakat Rokan Hilir, terutama di bidang kesehatan


       Pembenahan itu dilakukan dengan membangun sarana dan prasarana Kesehatan, baik fisik maupun non fisik. Memprioritaskan pembangunan srana dan Prasarana dibiang kesehtan, bukan berarti mengesampingkan bidang lainnya seperti pelayanan infrastruktur jalan dan jembatan, bidang Pendidikan dan lainya , akan tetapi tetap dilaksanakn  pembenahannya walaupun  secara bertahap, termasuk di bidang pendidikan.
"Kita tetap berkomitmen untuk membenahi seluruh sektor pelayanan yang bersentuhan langsungdengan kebutuhan masyarakat. Hal ini  tidak lain bertujuan  untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Rohil, baik itu di bidang pelayanan , kesehatan, Pendidikan  infrastruktur dan lain sebagainya,'' sebut  Bupati Rohil, H Suyatno., pada satu kesempatan
       Semua pembenahan pelayanan akan terus dilaksanakan pada setiap tahynnya, hingga persoalan itu bisa mendekati angka dalam upaya Pemkab untuk penuntasan kemiskinan di Rohil.. Setelah berbagai ruas jalan dan jembatan sudah dilaksanakan  dengan mantap, dan  akan terus dilanjutkan ke bidang kesehatan dan pendidikan yang sampai saat ini masih terus berjalan. Pemkab Rohil terus melakukan pembangunan  Sarana dan Prasarana Keswehatan seperti Puskesmas Rawat Inap (PRI) di 18 kecamatan yang ada di Rohil. Bahkan, di setiap PRI itu disediakan ruangan khusus untuk keluarga (VIP) agar masyarakat yang berobat lebih nyaman



Seiring Pembangunan Sarana dan Pra Sarana Kesehatan, kita tentunya terlebih dahulu harus melengkapi berbagai fasilitas termasuk tenaga dokter spesialis yang saat ini masih kurang," ujelas Bupati Suyatno.
    Saat ini Pemkab Rohil telah menjadikan sejumlah Puskesmas pada level Puskesmas Rawat Inap. Keberadaanya tersebar pada beberapa kecamatan dan membantu masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik, terutama pada kawasan yang jauh dari RSUD RM Pratomo Bagansiapiapi.
"Kita upayakan semuanya rawat inap, namun secara bertahap akan kita realisasikan menyesuaikan dengan anggaran yang ada dan ketersedian tenaga medis,"
    Dari 19 puskemas yang ada di Rokan Hilir, sembilan diantaranya merupakan Puskesmas Rawat Inap, antara lain Kecamatan Rimba Melintang, , Kecamatan Bangko Pusako, Bangko Kanan dan Puskesmas Rawat Inap Bangko Jaya, Kecamatan Tanah Putih, Puskesmas Rawat Inap Sedinginan, Kecamatan Pujud, Puskesmas Rawat Inap Pujud, Kecamatan Kubu Babussalam, Puskesmas Rawat Inap Kubu, Kecamatan Bagansinembah, Puskesmas Rawat Inap Baganbatu, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Puskesmas Rawat Inap Panipahan.
      Sedangkan sepuluh puskesmas yang belum menjadi puskesmas rawat inap yakni Kecamatan Bangko, Puskesmas Bagansiapiapi dan Puskesmas Bagan Punak, Kecamatan Pekaitan, Puskesmas Pekaitan, Kecamatan Bagansinembah, Puskesmas Balai Jaya, Kecamatan Simpang Kanan, Puskesmas Simpang Kanan, Kecamatan 
     
Sinaboi, Puskesmas Sinaboi, Kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan, Puskesmas Tanah Putih Tanjung Melawan, Kecamatan Batu Hampar, Puskesmas Bantaian, Kecamatan Rantau Kopar, Puskesmas Rantau Kopar dan Kecamatan Tanjung Medan, Puskesmas Tanjung Medan.





Yang membedakan antara puskesmas dengan puskesmas rawat inap berpedoman kepada yang tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 Tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat, diantaranya Ruang Pelayanan dan Alkes, Standar Tenaga Minimal.    
      Ruang Pelayanan dan Alkes, Puskesmas Rawat Inap harus memiliki Ruang Gawat Darurat dengan Alkes Set Gawat Darurat, sedangkan puskesmas hanya Ruang Tindakan dengan Alkes Set Tindakan Medis/Gawat Darurat, memiliki Ruang Kesehatan Ibu dan Imunisasi dengan Alkes Set Pemeriksaan Anak dan Set Imunisasi, memilki Ruang Kesehatan Ibu dan KB, dengan Alkes Set Pemeriksaan Ibu dan Set Pelayanan KB, sedangkan puskesmas hanya disediakan satu ruangan, Ruangan Kesehatan Ibu dan KB.
    "Pukesmas Rawat Inap harus memiliki Ruang Tindakan dengan Alkes Set Tindakan Medis, sedangkan puskemas tidak  memiliki ruangan ini, memiliki Ruangan Rawat Inap dengan Alkes Set Rawat Inap, sedangkan puskesmas tidak ada
     Selain itu, ada persamaan antara puskesmas rawat inap dengan puskesmas, diantaranya sama-sama memiliki Ruang  Kesehatan Gigi dan Mulut dengan Alkes Set Kesehatan Gigi dan Mulut, memiliki Ruangan ASI dengan Alkes Set ASI,
     memiliki Ruangan Promkes dengan Alkes, memiliki Ruangan Farmasi dengan Alkes Set Farmasi, memiliki Ruangan Persalinan dengan Alkes Set Obstetri dan Ginekologi, Set Insersi dan Ekstraksi AKDR, Set Resusitasi Bayi, memiliki Ruangan Pasca Persalinan Bayi dengan Alkes Set Perawatan Pasca Persalinan, memiliki Ruangan Laboratorium dengan Set Laboratorium dan memiliki Ruangan Sterilisasi dengan Alkes Set Sterilisasi.
Ia menambahkan, untuk Puskesmas di Ibukota Bagansiapiapi terdapat 2 Puskesmas dan keduanya belum rawat inap. Hal ini mengingta di Bagansipiapi sudah memiliki Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr RM Pratomo yang terletak di Jalan Pahlawan.
"Kalau Bagansiapiapi ada RSUD jadi kalau pasien dirawat bisa langsung ke rumah sakit, namun kedepan juga akan kita upayakan agar bisa rawat inap," pungkas Junaidi. (Adv/hms/ar)

PELAYANAN AIR BERSIH DI ROHIL SEGERA TERPENUHI



Penyelenggaraan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang terpusat di Rokan Hilir, merupakan upaya Pemerintah Provinsi Riau bersama Kementrian Pekerjaan Umum dan Kementrian Perumahan Rakyat
       Pembangunan SPAM untuk tiga Pemerintah Kabupaten / Kota antara lain Kabupaten Rokan Hilir, Kota Madya Dumai dan Kabupaten Bengkalis.   Kabupaten Rokan Hilir dan Kabupaten Bengkalis yang terletak di wilayah pesisir Riau segera akan terwujud  pelayanan air minum yang layak bagi masyarakat di ketiga wilayah tersebut.
             Upaya pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM)  Rokan Hilir , Dumai  dan Bengkalis mendapat sambutan positif dari Bupati Rohil,  H. Suyatno.  Disebutkan oleh Bupati Rohil H. Suyatno  siap bekerjasama dengan Dumai, agar mulai mengalirkan air bersih di tiga daerah tersebut.. Proses pembangunan dimulai dengan pemancangan tiang pertama di Kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan, yang diresmikan langsung oleh Gubernur Riau Arsyajuiandi Rahman beberap waktu lalu.
           Ketersediaan air bersih menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Pemkab Rohil) saat ini. Pemerintah daerah telah menggesa program pembangunan yang menunjang tersedianya air bersih lewat Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) guna memenuhi kebutuhan masyarakat Rokan Hilir akan air minum dan air baku. 
        Pemkab Rohil menargetkan 78,8 persen kebutuhan akan air minum dapat terpenuhi,  dan pada tahun 2019  akan tercapai tercapai target 100 persen akan kebutuhan air bersih dapat dipenuhi oleh pemerintah melalui SPAM.  Seperti diketahui SPAM Regional merupakan upaya mempermudah masyarakat memperoleh kebutuhan akan air baku di lintas kabupaten, kota, dan provinsi.  . 
          
     

           Pembangunan SPAM Regional Durolis tersebut akan dilakukan secara bertahap melalui dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), sementara Pemkab Rohil hanya menyiapkan lahan seluas 4 hektare serta membangun jaringan pipa di lima kecamatan hingga ke pelanggan.  "Pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) termasuk bangunan pelengkap dan jaringan pipa transmisi air baku dianggarkan oleh pemerintah pusat. Tapi kalau pengelolaannya dari Provinsi dan pemkab Rohil hanya melakukan perawatan dan pemeliharaan," kata Suwandi.
       tujuan dibangunnya SPAM Regional Durolis ini dalam rangka memenuhi kebutuhan pelayanan air minum khususunya di Kabupaten Rokan Hilir yang belum memiliki ketersediaan air baku yang memadai.
 Di Rokan Hilir, lokasi pembangunannya berada di Kecamatan Tanah Putih. Nantinya SPAM ini akan melayani lima kecamatan di antaranya Tanah Putih Tanjung Melawan, Bangko Pusako, Rimba Melintang, Bangko dan Sinaboi.
diprediksikan SPAM Regional  Durolis dengan kapasitas 200 liter/detik itu bisa beroperasi dengan memenuhi kebutuhan sebanyak 210 ribu jiwa atau kurang lebih 35 ribu Kartu Keluarga     "Program ini juga sejalan dengan visi misi Bupati Rohil dan berharap nantinya bisa terpenuhi kebutuhan air bersih untuk masyarakat, termasuk perkantoran dan bisnis," harapnya.
          

         Program ini merupakan  program pusat untuk memanfaatkan air Sei Rokan untuk memenuhi kebutuhan air  ppada  tiga  Pemrintah. Yaitu Rokan Hilir. Dumai dan Kabupaten Begkalis.  Rokan Hilir merupakan yang  paling banyak mendapat jatah karena lokasi SPAM berada di Rokan Hilir.  Bupati Rokan Hilir H. Suyatno  berharap kepada seluruh masyarakat  Rohil agar mendukung program tersebut, mengingat air bersih di Rokan Hilir sangat kurang. Padahal bahan mentah ada air di Sei Rokan yang tidak pernah kering, bahkan bisa memenuhi kebutuhan air di tiga kabupaten. Kalau saja ini sukses bisa saja memenuhi kebutuhan air di Provinsi Riau

         
      Ditegaskan oleh Bupati Rohil bahwa  keberadaan unit SPAM sangat penting bukan hanya berkaitan bagi masyarakat Rokan hilir saja tapi terutama bagi melibatkan peran tiga pemerintah kabupaten/kota karena itu harus dipersiapkan dengan sangat matang agar operasionalisasi program tersebut berjalan dengan sangat baik dan pada gilirannya kebutuhan air bersih bagi masyarakat dapat dirasakan.
      Amanah Undang-Undang Dasar 1945 menyebutkan bahwa bumi dan air adalah milik negara yang digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat.  Penyediaan air minum yang layak di Provinsi Riau menjadi tanggungjawab kita semua baik pemerintah, masyarakat, maupun peran serta swasta dalam rangka upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) dimana pada akhir tahun 2019 dimana diharapkan 100 persen masyarakat Riau dapat mengakses layanan air minum yang layak. 
        Kesepakatan bersama dan perjanjian kerjasama yang dilakukan oleh Gubernur Riau, dengan Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, Direktorat Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Wlikota Dumai, Bupati Rokan Hilir,  serta  Bupati Bengkalis. ditanda tangani pada tanggal 19 Juni 2019
        Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Durolis di inisiasi oleh Pemerintah Provinsi Riau sebagai bagian dalam perwujudan komitmen Pemerintah Provinsi untuk peningkatan pelayanan dasar publik yakni pelayanan di bidang air minum.
      SPAM Regional Durolis adalah salah satu scenario pengembangan air minum regional yang akan dikembangkan di seluruh wilayah Provinsi Riau. SPAM Regional Durolis ini direncanakan memiliki kapasitas sebesar 1500 lt/dtk yang terbagi dalam 3 (tiga) Tahap.  Tahap I sebesar 400 lt/dtk ini akan dimulai pembangunannya pada TA. 2017 dan akan melayani 6 Kecamatan di Kota Dumai (Dumai Kota, Dumai Barat, Dumai Timur, Dumai Selatan), 4 Kecamatan di Rokan Hilir (TP TJ Melawan, Bangko, Rimba Melintang, Batu Hampar, Bangko Pusako) dan 2 Kecamatan di Bengkalis (Mandau, Pinggir) dengan masing-masing jumlah sambungan Rumah (SR) yang akan terbangun di Dumai 15.000 SR, Rokan Hilir 10.000 SR, Bengkalis 15.000 SR.Sumber air yang digunakan dalam pembangunan air minum Durolis berasal dari Sungai Rokan yang menjadi sumber air baku satu-satunya yang layak digunakan untuk pelayanaan air minum di ketiga wilayah tersebut.
     Biaya pembangunan SPAM  kurang lebih 800 Milyar yang didanai bersama oleh APBN. APBD Provinsi dan APBD  di tiga  Kabupaten/Kota.  Yaitu Rokan Hilir, Dumai dan Bengkalis.  Diharapkan pada akhir tahun 2018 masyarakat di Rokan Hilir akan dapat menikmati pelayanan air minum yang layak.

      Pembangunan jaringan pipa distribusi yang cukup panjang untuk melayani Dumai dan Wilayah Duri sekitarnya dapat dinikmati pada akhir tahun 2019.  ( Adp/Hms )

Jumat, 30 September 2016

SIAPA PEMIMPIN RIAU POSTING ???????

Sebuah baleho tiba tiba muncul ditengah perkotaan Bagansiapiapi mengucapkan selamat HUT Rohil ke 17 dari suarat kabar Umum Raiau Posting dengan memajang Fhoto Pemred dan PPemeimpin perusahaan Heriandi Bustan dan Darwin Murin, seakan akan mereka berduaalah sebaga imilik PT Riau Posting Pers.
Pt Riau Posting pers deangan menadah atangan dan berhasil menumpuk modal hingga belasan  juta, maka  Komisaris PT Riau Posting Pers Hari Saputra dan Direktur PT Riau Posating Pers Joko Haryono mempercayakan merekamenerbitkan SKU Raiau Posting tanpa mengantongi Surat Penunjukkan yang sah, tetapi hanya mampu menerbitkan SKU Riau Posting 1 X penerbitan yaitu Edisi Juni 2016.
Eantah memperoleh dana dari siapaadan daria mana tiba tiba mencuat satu Baleho Riau Posting Mengucapkan SelasmatHUT Hut Rohil tanpa konsultasi dari pemilik Perusahaan Pt Riau Posting Pesr Bpk Hari Saputra dan Joko Haryono sebagai Komsaris dan Direktur Pty Riau Posting Pesr,
aAapa yang dilakukan oleh  yang menyebutkan sebagai Pemred dan Pemimpin Perusahaan jelas satu perbuatan untuk menonjolkan diri serta melnggar hukum

Minggu, 25 September 2016

MINTA DENGAN AIR LIUR AIR LUDAH JUGA YANG AKAN DITELAN

Sebagaaimana dengan sebuah ungkapan tentang satu harapan bagai pungguk merindukan bulan.Mengatakan MEMINTA DENGAN AIR LIUR AIR LUDAH JUGA YANG AKAN DITELAN.
Apalagi yang diminta meruapakan satu kegiatan mendatangkan hasil, bak kato uyang bagan " Tak Pakai Duik, tunggulah sampai bungkuk "
Seperti sebuah harapan Janji Kepala Dinas  Cipta Karya Rohil  Swandi S.Sos. yang  ditunggu tunggu selama 2 tahun. dari bulan ke bulan, hingga 2 tahun pun  berlalu, sadar meminta cuma dengan air liur, harapan yang ditunggu janji sang Kadis selama 2 tahun itu, terpaksa harus ikhlas dan puas  hanya memperoleh sebuah kaset usang  tembang Emasnya  Rinto Harahap " TAPI JANI TINGGAL JANJI, JANJI. HANYA MIMPI "