Selasa, 24 Mei 2016

ULAH KESERAKAHAN SEKRETARIS DKPP KEJARI ROHILTETAPKAN 4 ORANG TERSANGKA






 
Bagansiapiapi (Riau Ekpres)
         Setelah Kejari Rohil menetapkan 4 PNS DKPP sebagai tersangka dalam kasus Korupsi Dana Pemeliharaan Kendaraan Mobnas DKPP, ke 3 orang PNS bawahan IK Sekretaris  DKPP itu langsung meneteskan air mata, betapa tidak, 3 PNS yang ikut ditetapkan sebagai tersangka tersebut hanya melaksanakan perintah atasan.
        AF Bendara pengeluaran DKPP dan AS Kasubag keuangan Dinas Kebersihan,Pertamanan dan Pasar setiap pencairan dana langsung diserahkan kepada IK Sekretaris  yang memang selama ini memonopoli seluruh kegiatan pada Dinas tersebut. Menurut AF setelah menyerahkan uang kepada Sekretaris,. IK tidak pernah member lebih dari 5 juta, demikian juga AS ia hanya melaksanakan perintah atasan, sedangkan seluruh uang hasil korupsi itu IK sendirilah yang menikmatinya, tidak ada bagian utnk kami, karena memang tidak ada kerjasama dalam korupsi menangguk dana rutin DKPP itu jelas AS kepada Wartawan Gema Rohil pada satu kesempatan.       

     RH sang PPTK, AF maupun AS yang merasa tidak ikut sama menikmati hasil Korupsi itu merasakan sangat terpukul atas penetapan oleh Kejari Rohil sebagai tersangka  (HT.)

Kamis, 19 Mei 2016

FAISAL WAKA LAPAS ROHIL " MASALAH SAYA MEMBAWA NAPI KELUAR SUDAH SELESAI "



Bagansiapiapi ( Gema Rohil )       
          masalah Saya membawa  keluar  Napi gembong  Narkoba  yang  sedang  menjalani hukuman di Rutan Lembaga Pemasyarakatan Bagansiapiapi-Rohil untuk ber Karoke ria di KTV Famili Jalan Bintang Bagansiapiapi beberapa  waktu lalu itu,  selesai sudah. Saya sudah diproses Kakanwil Prop. Riau, dan sudah selesai masalahnya,  jika mau diangkat beritanya silkakan   “  Demikian ungkapan Faisal  kepada Wartawan  saat ditemui diruang kerjanya di Lembaga Pemasyarakatan beberapa waktu lalu,  setelah dirinya sempat kena gerebek Aparat Penegak Hukum  pada saat sedang happi berkaroke dengan para Napi Gembong Narkoba yang sedang menjalani hukuman.               
      Faisal yang menjabat sebagai Wakil Kepala Lembaga Pemasyarakatan ( Wakalapas ) Bagansiapi-Rohil dari pemantauan Wartawan   dilapangan, Pejabat Wakalapas tersebut, paling hobbi berkaroke, maka jangan heran, untuk  menyalurkan hobbinya itu agar  tidak mengeluarkan biaya, maka sebagai Wakalapas dirinya  dengan sewenang wenang membawa  para  tahanan  keluar dari kamar Sel untuk  happi-happi ketempat hiburan.
   Tindakkan membawa para tahanan itu keluar,  dimana dilakukannya oleh Faizal pada saat  Kepala Lembaga Pemasyarakatan ( Kalapas)  tidak berada ditempat atau  keluar kota,  maka, dengan jabatannya sebagai Wakil Kepala, tentu memiliki wewenang  di Lembaga Pemasyarakatan tersebut disaat Kepala tidak berada ditempat,  Tetapi sangat  disayangkan,  dengan kewenanga yang dimilkinya pada saat Kepala tidak berada ditempat  itu, disalah gunakan, para tahanan yang berekantng tebalpun  diangkut keluar Rutan untuk bersenang senang ketmpat hiburan, tak lain sekedar menemani dirinya menyalurkan Hobi sang Wakalapas yaitu berdendang Ria di Karoke.                                                    .                                  Penggerebekkan aparat penegak hukum terhadap  Faisal pada saat bersenang senang berkaroke di KTV Famili dengan para tahanan Genbong narkoba beberapa waktu lalu itu,membuat  Faizal sang Wakalapas yang telah menyalahgunakan jabatan tersebut, selain di Proses dikantor Wilayah Propinsi Riau, Faisal juga sempat diperiksa oleh Team Polda Riau yang turun ke Bagansiapiapi khusus melakukan pemeriksaan terhadap dirinya.
        Dari pemantauan kami Wartawan Riau Ekpres, bahwa hingga saat berita ini diangkat  tampaknya kasus Wakalapas yang telah menyalahgunakan wewenangnya itu tidak berlanjut, maka dengan tidak ada kelanjutan kausnya tersebut   membuat sang Wakalapas yang hobbi berkaroke itu beranggapan persoalannya sudah selesai, dan oleh karenanya  jangan heran kalau sang Wakalapa tersebut sempat  sesumbart  krpada wartawan, dengan congkak mengatakan : 
 “  Masalah saya membawa para Napi Gembong Narkoba ketempat hiburan itu sudah selesai, jika mau dinaikkan  beritanya  silakan saja naikkan  “ 
        Akan berlanjutkah kasus Wakalapas yang  menyalahgunakan jabatannya itu, dengan sewenang wenang mengangkut para Napi keluar dai Rutan untuk bersenang senang ketempat hiburan tersebut ?? Wartawan Publik Riau akan terus menjajaki. ( ht)

SEKRETARIS MONOPOLI SELURUH KEGIATAN BERUJUNG KERANAH HUKUM










Gambar sisip 1
                          Iwan Kurnia Sekretaris DKPP Rohil


Bagansiapiapi (Gema Rohil ))
Sekretris  Dinas Kebersiham,pertamanan  dan Pasar (DKPP) Kab Rohil Iwan Kurnia SE  yang sealama ini monopoli seluruh kegiatan SKPD terpaksa harus berurusan denagan penegak hukum. adanya Dugaan kasus Korupsi dana pemeliharaan kegiatan rutin kendaraan Dinas di-DKPP Rohil yang telah meugikan keuangan Negara lebih kurang 2 Milyard.
Temuan adanya dugaan kasus Korupsi dana pemeliharaan kegiatan rutin kendaraan Dinas tersebut merupakan temuan langsung daripihakKejari Rohil. Sebagaimana penjelasan Kepala Kejari Rohil Bima Suprayoga SH melalui Kasi Intel Odit Megonondo kepada Wartawan beberapa waktu lalu.
Iwan Kurnia SE walau dengan jabatan sekretaris tetapi menguasai seluruh kegatan pada Dinas tersebut, melebihi wewenang Kepala dinas.
dari 12 orang saksi yang telah diperiksa Kejari Rohil ,termasuk Bendahara dan Kasubag keuangan menjelaskan bahwa seluruh pencairan dana kegiatan, uang diserahkan bulat bulat kepada Sekrearis Dinas DKPP IwanKurnia SE. Kesera kahan Sekretaris DKPP untuk memperkaya diri pribadi itu melibatkan beberapa orang Staf bawahan menjadi korban,  termasuk Kepala Dinas KPP Ibus Kasri.
Hingga berita ini dinaikkan, pihak Kejari Rohil belum menetapkan satu orangpun tersangka, (ht)

Selasa, 09 Februari 2016

UNGKAPAN KABAG PRLENGKAPAN TENTANG MOBNAS MERUPKAN PEMBOHONGAN PUBLIK

Bagansiapiapi ( Publik Riau )
          Dari 94 Unit Mobil Dinas yang rencananya akan  ditarik Pemkab Rohil,  sebanyak 24 Unit sudah dilaksanakan penarikkannya. Demikian sebagaimana yang pernah diungkapkan oleh  Asisten  III  Bidang Administrasi Pemkab Rohil melalui Kabag Perlengkaoan Cici Mawardi kepada Wartawan Publik Riau
beberapa waktu yang lalu. Penjelasan tentang  24 Unit Mobil Dinas  yang katanya sudah ditarik tersebut, adalah merupakan satu pembohongan Publik,  karena, nyatanya ketika dipertanyakan ke 24 Mobnas  yang katanya sudah dilakukan penarikan itu, tidak dapat menjelaskan  secara jelas dan rinci dimana keberadaan mobil mobil  tersebut.
          Masyarakat Rokan Hilir khususnya Bagansiapiapi hanya melihat secarta nyata bahwa penarikan Mobil
Dinas  yang dilakukan Pemkab Rohil  baru dilaksanakan terhadap Mobil Dinas ynng digunakan Mantan Ang gota DPRD Rohil H.Rasmali,SH, penarikan  Mobnas yang digunakan Rasmali itu memang sempat membuat heboh, dikarenakan penarikan tersebut  dilakukan melalui Razia Operasi Zebra Satlantas Rohil.
          Mantan Ketua Fraksi Golkar DPRD Rohil H,Rasmali,SH ketika dihubungi melalui telpon genggamnya menjelaskan kepada Wartawan Publik Riau bahwa sebenarnya tidak ada masalah tentang penarikan Mobil
Dinas  yang digunakannya itu, tetapi yang sangat disesalkannya  penarikan kenapa hanya dilakukan terhadap dirinya saja, bagaimana dengan yang lainya, padahal jika dihitung dengan cermat sejak berdirinya Rokan Hilir ada ratusan Mobnas yang dibelanjakan dengan uang rakyat,dimana rimbanya mobil mobil itu sekarang, tidak
ada yang dapat menjelaskan secara rinci,  baik  kepada Asisten III  Dahniar  maupun  Kabag Perlengkapan  Cici Mawardi. yang mengatakan   beralasan  baru menjabat lanjut Rasmali..
          Lebih jauh Rasmali mantan Ketua Fraksi Golkar DPRD Rohil itu mengutarakan, menurutnya jika mau
jujur di Rokan Hilir banyak Pejabat yang menggunakan Mobnas tidak pada tempatnya, atau disalahgunakan mentang mentang gratis yang dibelanjakan dari uang rakyat.
           Bayangkan saja, Pejabat Ketua DPRD misalnya, menggunakan Mobnas sampai 5 Unit banyaknya, dan, sedangkan Anggota DPRD yang masih Aktif  saat ini memiliki 3 unit Mobnas, dimana Mobnas lama 2 Unit,  walau masih layak untuk digunakan. melalui APBD Rohil Anggaran tahun 2015 Anggota DPRD Rohil masing masing memperoleh lagi 1 unit Mobnas.  bahkan pengadaan  Mobnas yang dianggarkan aAnggaran Tahun 2015 yang baru lalu itu tergolong mobl mewah pula.
         Pengadaan Mobil Dinas yang dianggarkan oleh DPRD pada setiap tahun itu  menampilkan satu kinerja yang mubazir  dan terkesan hanya menghambur hamburkan uang rakyat saja.                                                         Diakhir penjelasannya H.Rasmali menyebutkan  bahwa  menurutnya ada pejabat yang sudah Pensiun
yang belum mengembalikan mobnas,selain tidak mengembalikan, bahkan ada pula yang suah menghitamkan   nomor plat untuk mengelabui mayarakat serta untuk  menjadikanb mobil itu menjadi milik pribadi. Kalau ma  
salahnya dikonfirmasikan kepada baik Asisten III Dahniar maupun Kabag Perlengkapan Cici Mawardi saling maka akan tolak menlolak ungkap Rasmali diakhir pembicaraannya dengan Wartawan Publik Riau melalui telpon genggamnya.(HT )